Batik adalah warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi sekaligus sarat makna filosofi. Setiap motif batik tidak hanya sekadar hiasan kain, tetapi juga menggambarkan cerita, doa, serta identitas dari daerah asalnya. Proses pembuatannya pun memerlukan kesabaran dan ketelitian, terutama pada batik tulis yang dikerjakan dengan canting dan malam panas. Hingga kini, batik terus berkembang menjadi karya yang tidak hanya dipakai dalam acara tradisional, tetapi juga merambah dunia mode modern. Keindahan dan keunikan batik menjadikannya sebagai simbol kebanggaan bangsa yang telah diakui dunia.
Ibu Ketua Dekranasda Tanjung Jabung Barat Hj. Fadhilah Sadat ikut serta dalam melestarikan budaya batik, berbagai motif-motif batik sudah beliau ciptakan sendiri dan sudah mendaptkan sertifikasi kekayaan intelektual Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM. Motif -motif yang sudah beliau desain beserta filosofi dari masing-masing motif batik :

Motif Batik “DAUN PUTAT”, daun putat banyak tumbuh di daerah rawa – rawa. Pucuk daun putat ini dapat di jadikan lalapan melambangkan bahwa meskipun hidup ditempat terkecil sekalipun yang susah dalam jangkauan namun tetap memberikan manfaat

Motif Batik “DAUN PANDAN” Sebagai mana daun pandan yang rela dicabut, disobek daunnya agar nanti tumbuh daun berikutnya yang lebih wangi dan harum melambangkan begitu juga manusia menjalani kehidupan jika ingin mendaptkan nama yang harum dan dikenang oleh setiap orang dibutuhkan perjuangan panjang dan mengkorbankan yang terkadang menyakitkan, namun cepat atau lambat kebaikan itu akan kalihatan hasilnya.

Motif Batik “KELADI”, keladi biasa hidup dimana saja, dan tidak mengganggu tumbuhan disekitar melambangkan kepribadian yang tidak pilih – pilih dalam bergaul, dapat melakukan kerjasama, kuat dan setia kawan dan teguh dalam janji.

Motif Batik “DAUN PISANG BERANGAN” Jangan pernah berputus asa dan tetap berjuang menjdai lebih baik. Berjuang dengan cara berusaha dan bersunggu-sungguh sekuat tenaga yang kita miliki sampai ALLAH SWT sendiri yang menghentikan kita, bukan karna kita yang ingin berhenti.

Motif Batik “PISANG TANDUK” Buah pisang selalu mewariskan kebaikan karena itu kita sebagai manusia berbuatlah seperti pilosofi pisang tetaplah berjuang memberi kebaikan dan manfaat untuk orang lain dan jangan pernah berputus asa meski keadaan apapun.

Motif Bati ” REHAL / TUNJUK NGAJI ” Rehal/tunjuk ngaji adalah melambangkan bahwa masyarakat suka mengaji dan taat dalam menuntut agama, karena Kabupaten Tanjung Jabung Barat terkenal Kota Seribu Ulama dan Kota Santri.